News

INVESTASI EMAS, KUNO TAPI TETAP MENARIK

Posted on 04 Desember 2012

Auralusia Rimadiana (Operational Deputy Director PT Adira Insurance)
Investor Daily Indonesia – 24 November 2012 – Gita Rossiana

Dewasa ini banyak orang telah memilih instrument investasi di pasar modal, termasuk sejumlah produk-produk yang kompleks, untuk membiakkan dananya. Kendati demikan, Auralusia Rimadiana tetap mempercayai emas sebagai instrument investasi atas dana-dananya.

Operational Deputy Director PT Ausransi Adira Dinamika (Adira Insurance) ini berpendapat jika harga emas tidak akan turun, malah kecenderungan naik. Alasan inilah yang membuat Ima – demikian ia biasa disapa – akhirnya memilih instrument investasi emas.

“Jadi investasi saya dalam bentuk emas fisik. Kuno banget ya,” ujar dia dalam sebuah surat elektronik kepada Investor Daiky , Jumat (23/11). Jika dilihat dari data PT Aneka Tambang Tbk (Antam) per 25 Oktober 2012, harga jual emas berada di kisaran Rp 576.200. Sementara harga buyback—ya Rp 506.000.

Tidak hanya Ima yang tertarik akan emas ini, para spekulatorpun berburu emas dalam bentuk gadai ataupun lainnya. Namun, tetap saja Ima menyimpan emas ini dalam bentuk fisik. Wajarlah, sebagai perempuan, Ima bisa juga mempergunakan emas tersebut sebagai perhiasan.

Selain emas, ia juha memiliki deposito. Serupa pada emas, suku bunga yang cenderung stabil dan beresiko rendah membuat Ima memilih deposito. Alasan lain ia memilih dua instrument investasi tersebut adalah karena tidak memiliki cukup waktu untuk memantau investasinya di pasar modal. Sehingga ia cenderung memilih investasi yang mudah dipantau.

Namun, tidak semua investasi tersebut diletakkan pada kedua insrrumen ini. Pekerjaannya di industry asuransi membuat Ima meletakkan dananya dalam produk unit linked. “Saya menganut paham don’t put your eggs into one basket,” jelas wanita berhijab ini.

Dengan berlandas paham ini pula, Ima juga meletakkan sedikit dananya di instrument saham. “Demi gain yang lebih tinggi,” ungkap Ima. Hasil dari investasi tersebut akan digunakan sebagai bekal di kala dia sudah tidak lagi bekerja. Dengan uang tersebut pula dia akan menggunakannya untuk menjalani hobinya.

Selain itu, wanita lulusan Teknologi Insdustri Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga berharap bisa menghabiskan waktu dengan tenang bersama keluarganya, karena telah memilki dana investasi/ “Suami dan anak saya jugalah yang mendorong saya untuk berinvestasi sejak dini,” ungkap Ima.


Facebook Twitter