News

Asuransi Bankers Blanket Bond Bantu Kendalikan Risiko Perbankan

Posted on 13 April 2011

Fraud atau kejahatan keuangan masih menjadi ancaman bagi industri keuangan khususnya perbankan. Selain risiko nilai kerugian yang besar, model kejahatan pun semakin bervariasi. Risiko kerugian perbankan dapat diminimalisir dengan perlindungan Asuransi Bankers Blanket Bond (BBB).

Perbankan merupakan industri yang paling rentan menjadi sasaran kejahatan keuangan. Selain mengelola uang dalam jumlah triliunan, perbankan masih merupakan industri yang paling familiar bagi masyarakat dibandingkan industri keuangan lainnya. Perbankan masih menjadi tempat masyarakat melakukan transaksi bisnis dan menyimpan kekayaan. Oleh karena itu apabila suatu kejahatan perbankan terjadi, kerugian yang ditimbulkan dapat lebih besar dari nilai nominal yang hilang karena akan mempengaruhi kepercayaan dan reputasi bank yang bersangkutan, belum lagi kerugian dari investasi sumber daya manusia.

Menjaga keamanan perbankan tidak cukup hanya dengan mengetatkan pengawasan dan memperkuat sistem teknologi informasi. Perbankan sebaiknya mulai mempersiapkan perlindungan bila risiko kejahatan terjadi. Dengan kata lain, kerugian yang ditimbulkan dari suatu kejahatan sebaiknya mendapatkan perlindungan atau penggantian. Perlindungan ini dikenal dengan nama Asuransi Bankers Blanket Bond (BBB).

Berdasarkan catatan Bank Indonesia, seperti diungkap Sondang M. Samosir, Senior Associate Direktorat Investigasi BI, periode 2007-2009 telah terjadi 15.097 kasus kejahatan keuangan di industri perbankan. Pada triwulan pertama 2011, terdapat empat kasus yang tengah ditangani dan diperkirakan menelan kerugian hingga Rp 42 miliar.

“Kerugian yang timbul dari kejahatan perbankan nilainya besar. Sementara pihak bank harus menjaga reputasinya,” ujar Corporate Business Division Head Adira Insurance Erickson Mangunsong di sela-sela Seminar Bankers Blanket Bond di Jakarta (13/4). Seminar yang diselenggarakan PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) ini membahas antara lain risiko-risiko perbankan terhadap kejahatan yang mungkin terjadi melibatkan pihak-pihak internal, juga perlindungan asuransi yang bisa menutup risiko-risiko tersebut. Seminar ini diikuti para peserta antara lain dari Bank Danamon, BTPN, UoB, CIMB Niaga, OCBC, NISP, dan BCA.

“Dengan memiliki polis BBB, jika terjadi loss akan sangat membantu. Kebetulan secara long term, pemegang saham kami mewajibkan untuk memiliki polis ini agar dana yang dikelola lebih safe,” ujar Bima Yuliasantosa, Operational Development Specialist Manager BTPN. Menurut Bima, BTPN sudah memiliki produk BBB sejak 2009 dan saat ini tengah melakukan renewal. Selain memiliki polis BBB, BTPN pun memiliki polis Money Insurance.

Terdapat banyak skema perlindungan asuransi BBB, antara lain melindungi bank dari risiko-risiko kecurangan yang dilakukan karyawan (employee dishonest), kerusakan dan kerugian pada lokasi milik perbankan (premises), kerugian dan kerusakan pada saat pengiriman (transit), cek palsu (forged cheques), surat berharga palsu (forged securities), uang palsu (counterfeit currency) dan peralatan kantor (office contents).

Adira Insurance sudah enam tahun menggarap produk BBB dan mendapat respons yang cukup baik. Meski demikian, diakui Erickson, produk ini merupakan produk korporat yang ekslusif dan memerlukan edukasi dalam pemasarannya. Saat ini kontribusi premi dari produk BBB baru sebesar Rp 25 miliar dan diharapkan bisa tumbuh dua kali lipat di tahun ini. Adira Insurance pun sudah meluncurkan produk baru untuk melindungi risiko perbankan dari kejahatan dunia maya.

“Produk cyber securities merupakan pengembangan dari BBB dan ECC. Transaksi elektronik di perbankan semakin besar porsinya dan semakin banyak dilakukan perbankan. Karena itu butuh pula perlindungan,“ tandas Erickson.***

Mengenai PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance)

Adira Insurance didirikan 24 Januari 2002, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Asuransi Umum. Perusahaan ini menyediakan produk-produk yang unik, sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dan memiliki nilai tambah. Produk-produk unggulannya:

  1. Asuransi mobil Autocillin dan asuransi mobil berbasis syariah Autocillin Ikhlas

  2. Asuransi Sepeda Motor Motopro.

Selain itu, Adira Insurance juga menyediakan produk asuransi Kecelakaan & Kesehatan, Properti, Alat Berat, Kerangka Kapal, Rekayasa, Pengangkutan, Surety Bonds, Perjalanan, Tanggung Gugat, dan sebagainya. Pelayanan yang diberikan pun selalu menjamin kemudahan pagi seluruh pelanggan dengan proses yang mudah tanpa berbelit-belit.

Sebagai pemain muda, Adira Insurance sudah membuktikan kiprahnya di dunia Asuransi Umum, dengan dipercaya melayani lebih dari 4,7 juta unit aktif dengan ribuan agen, serta memiliki lebih dari 38 outlet di kota-kota di Indonesia.

Financial Highlight Desember 2010 vs 2009

(dalam Miliar Rupiah) 2010 2009 (in Billion Rupiah)
Premi Bruto 1.085,0 807,7 Gross Written Premiums
Laba Bersih Setelah Pajak 269,0 205,7 Net Profit After Tax
Jumlah Aktiva 2.031,6 1.597,0 Total Assets
Jumlah Investasi 1.757,5 1.422,9 Total Investments
RBC 401% 429,3% RBC

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ernita Sari Ariyanti Danurtiyas S.
CSR & Corporate Comm. Dept. Head Public Relations Associate
PT Asuransi Adira Dinamika PT Asuransi Adira Dinamika
T. 021 345 1008, ext. 330 T. 021 345 1008, ext. 351
F. 021 351 1334/35/36 F. 021 351 1334/35
HP. 0811 192 979 HP. 0817 848 999
E: ernita.sari@asuransi.adira.co.id E: ariyanti@asuransi.adira.co.id

Facebook Twitter